Pengertian kamera dan sejarah nya
amera- merupakan seperangkat perlengkapan yang memiliki
fungsi untuk mengabadikan suatu objek menjadi sebuah gambar yang merupakan
hasil proyeksi pada sistem lensa. Untuk yang pertama kalinya kamera disebut
juga dengan kamera obscura. Kata ini berasal dari bahasa latin yang artinya “
ruang gelap”. Kamera obscura adalah
sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak,
yang bisa memantulkan cahaya dengan menggunakan dua buah lensa konveks, setelah itu menempatkan gambar objek eksternal itu pada sebuah kertas/film. Penempatan film tersebut ada pada pusat fokus dari lensa.
Hahahha isek soale ibukku isek lemah
yang bisa memantulkan cahaya dengan menggunakan dua buah lensa konveks, setelah itu menempatkan gambar objek eksternal itu pada sebuah kertas/film. Penempatan film tersebut ada pada pusat fokus dari lensa.
Hahahha isek soale ibukku isek lemah
Sejarah Kamera
Seorang ilmuwan muslim
yang bernama Alhazen untuk pertama kalinya menemukan kamera obscura. Alhazen
menerbitkan sebuah buku yang berjudul Books of Optics (1015-1021) yang
menjelaskan tentang kamera obscur.
Lain lagi dengan ilmuwan yang berasal dari Inggris pada tahun 1660-an yang bernama Robert Boyle dan asistennya Robert Hooke yang menemukan portable camera obscura. Namun Johann Zahn merupakan orang yang pertama kalinya menemukan kamera cukup praktis dan kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi pada tahun 1685. Kamera fotografi banyak menerapkan prinsip model Zahn, dimana sistemnya selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan cara memberikan tambahan pada sebuah plat yang sensitif terdapat didepan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan sebuah gambar.
Lain lagi dengan ilmuwan yang berasal dari Inggris pada tahun 1660-an yang bernama Robert Boyle dan asistennya Robert Hooke yang menemukan portable camera obscura. Namun Johann Zahn merupakan orang yang pertama kalinya menemukan kamera cukup praktis dan kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi pada tahun 1685. Kamera fotografi banyak menerapkan prinsip model Zahn, dimana sistemnya selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan cara memberikan tambahan pada sebuah plat yang sensitif terdapat didepan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan sebuah gambar.
Pada tahun 1826,
seorang Joseph Nicepore Niepce telah
berhasil menciptakan sebuah kamera dan mempublikasikan gambar dari bayangan
yang dihasilkan kameranya. Gambar tersebut dikenal ssebagai foto pertama yaitu
gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah. Joseph
Nicepore Niepce bekerjasama dengan Louis Daguerre yang mana Louis juga
mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah
jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga yang berlapis perak. Akan tetapi pada
tahun 1833 Niepce meninggal, meskipun demikian Daguerre tetap melanjutkan
percobaannya. Sehingga menjelang tahun 1837 ia telah berhasil mengembangkan
sebuah sistem praktis fotografi yang disebut daguerreotype. Pemerintah Perancis
menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada Daguerre maupun keluarga Niepce atas
temuannya. Yang telah diberitahukannya kepada publik secara terbuka tanpa
mempatenkannya pada tahun 1839.
Pada saat itu Louis Daguerre menjadi seorang pahlawan atas pengumuman penemuannya yang menimbulkan kegemparan penduduk sehingga membuat dia ditaburi berbagai macam penghormatan serta penghargaan. Karena metode daguerreotype cepat berkembang banyak khlayak ramai menggunakannya. Di tahun 1851 ia meninggal di kota asalnya dekat Paris.
Perkembangan teknologi kamera semakin berkembang pesat seiring dengan berjalannya waktu. Banyak pihak yang merasakan fungsi dan kebutuhan penggunaannya. Kamera bukan sekedar untuk menangkap objek yang semata-mata berfungsi sebagai kenang-kenangan. Melainkan juga digunakan untuk menangkap objek yang bergerak. Yang berkembang pada saat ini seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Bahkan berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan terkena dampak dari perkembangan kamera. Sehingga tidak dapat terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.
Pada saat itu Louis Daguerre menjadi seorang pahlawan atas pengumuman penemuannya yang menimbulkan kegemparan penduduk sehingga membuat dia ditaburi berbagai macam penghormatan serta penghargaan. Karena metode daguerreotype cepat berkembang banyak khlayak ramai menggunakannya. Di tahun 1851 ia meninggal di kota asalnya dekat Paris.
Perkembangan teknologi kamera semakin berkembang pesat seiring dengan berjalannya waktu. Banyak pihak yang merasakan fungsi dan kebutuhan penggunaannya. Kamera bukan sekedar untuk menangkap objek yang semata-mata berfungsi sebagai kenang-kenangan. Melainkan juga digunakan untuk menangkap objek yang bergerak. Yang berkembang pada saat ini seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Bahkan berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan terkena dampak dari perkembangan kamera. Sehingga tidak dapat terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.
Perkembangan kamera dari masa ke masa
Kegiatan yang berkaitan dengan
memotret diyakini sudah ada sejak dahulu kala, bahkan sejak istilah photography
itu sendiri ada. Memotret diyakini sudah ada sejak abad ke 13, namun ada
beberapa sumber yang mengatakan bahwa kegiatan ini sudah ada jauh sebelum abad
ke 13. Ketika itu manusia akan melihat sesuatu dari bilik bangunansebesar rumah
gelab yang diberi lubang sebesar lubang jarumyang disebut pinhole. Bangunan
gelap tersebut disebut camera obscura, dari bahasa latin camera
yang artinya kamar, sedangkan obscura berarti gelap(Audy Mirza
Alwi,2004:18).
Pada abad ke 15, terdapat
perkembangan dari bentuk kamera tersebut. Kamera yang sebelumnya membutuhkan
ruangan besar, sekarang menjadi diperkecil seukuran telivisi atau radio. Dengan
perubahan bentuk ini, kamera tersebut dianggap sudah modern pada masanya karena
memudahkan manusia membawanya. Fungsi dari adanya kamera ini adalah untuk
melihat proyeksi bagi seniman yang akan melukis. Seniman pada masa itu yang
memanfaatkan teknologi ini adalah pelukis ternama sekelas Leonarno da Vinci.
Setelah bentuk camera obscura
dipekecil dan mudah dibawa kemana-mana, ada dua orang peneliti dari Inggris dan
Prancis yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai kamera itu. Adalah Louis
Dagguerre dan William Henry Fox Talbot yang melakukan penelitian tersebut.
Penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengetahui apakah proyeksi yang
dihasilkan bisa direkam melalui plat/kertas yang diberi senyawa kimia yang
diletakan diatasnya(Audy Mirza Alwi,2004:19).
Penelitian kedua orang tersebut
berhasil dengan gemilang. Camera obscura yang diberletakan plat/kertas
bisa menghasilkan gambar ketika digunakan. Namun sayangnya pada saat itu,
masalah yang muncul adalah bukan bagaimana mengeksplorasi teknologi baru ini,
namun lebih ke siapa yang lebih dahulu menemukan teknologi ini. Masing-masing
pihak kedua negara mengklaim bahwa peneliti mereka yang menemukan teknologi ini
terlebih dahulu1.
Setelah dilakukan penelitian lebih
lanjut tentang siapa yang pertama kali menemukan pengembangan kamera tersebut,
diketahuilah bahwa keduanya menghasilkan penelitian yang berbeda. Penelitian
Dagguerre diperoleh hasil yang kira-kira sama dengan teknik cetak positif
sekarang ini. Hasil penelitiannya ini disebut daguerreotype.Sementara
dari penelitian Talbot diperoleh bahwa hasil akhir kira-kira sama dengan hasil
cetak negatif pada masa sekarang ini(Audy Mirza Alwi,2004:19).
Dari polemik yang timbul dari dua
peneliti inilah akhirnya lahir istilah photograpy. Istilah ini
dikemukakan pertama kali oleh ilmuwan asal Inggris lainnya, yaitu Sir John
Herschell pada tahun 1839. Arti dari photography sendiri adalah melukis/
menulis dengan cahaya. Kata ini diambil dari bahasa Yunani yaitu photos yang
artinya cahaya dan graphos yang artinya menulis/melukis.
Terdapat perkembangan dari berbagai
jenis kamera sejak masa ditemukannya kamera pertama. Setiap perkembangan itu
selalu diiringi perubahan baik dari segi bentuk, fungsi dan teknologi. Berikut
adalah perkembangan jenis kamera dari yang paling awal hingga yang paling akhir
menurut Audy Mirza Alwi(2004):
- Kamera
Format Besar
Disebut kemera format besar karena ukuran dari kamera ini memang besar.
Ukurannya kira-kira setara dengan kamera pada masa Leonardo da Vinci yaitu
sebesar televisi atau radio. Kamera ini menggunakan film dalam ukuran besar dan
berupa lembaran bukan dalam bentuk gulungan. Karena ukurannya yang amat besar
ini, kamera ini digunakan hanya untuk membidik objek yang tidak banyak
bergerak. Kaca pembidik terletak di belakang kamera. Fungsinya adalah untuk
melihat objek dan tempat untuk meletakan film saat memotret. Hasil foto dari
kamera format besar sangat bagus dan tajam. Ukurannya foto yang dihasilkan bisa
dibesarkan hingga seukuran papan reklame tanpa mengurangi kualitas dan mutu
gambar. Jenis kamera ini sering juga disebut view camera.
- Kamera
Format Sedang
Kamera jenis ini merupakan perkembangan dari kamera format besar.
Perubahan yang paling menonjol jika dibandingkan dengan kamera sebelumnya
adalah pada bentunya yang lebih kecil. Hal ini menyebabkan semakin mudahnya
kamera dibawa kemana-mana. Film yang digunakan juga berukuran lebih kecil.
Selain itu film juga tidak dalam bentuk lembaran lagi, namun sudah dalam bentuk
roll atau gulungan. Tempat bidikan juga mengalami perubahan yaitu diletakan di
atas kamera. Film yang sebelunya dijadikan satu dengan tempat bidikan tetap
ditempatkan sendiri di belakang kamera. Terdapat perubahan pula dari segi
cermin refleksi. Jika kamera sebelumnya masih belum ada, pada kamera jenis ini
sudah ada. Proyeksi lensa tidak terbalik melainkan terlihat apa adanya seperti
mata melihat langsung.
- Kamera
format kecil (SLR-35mm)
Kemera ini merupakan perkembangan selanjutnya dari kamera-kamera
sebelumnya. Bentuk dari kamera ini lebih kecil dan film yang digunakan
berformat film bioskop 35mm. Kamera ini dibuat dengan menggunakan sistem pencari
ketajaman range finder, yaitu menggabungkan dua proyeksi lensa dari objek yang
diabadikan. Oleh karena itu kamera ini disebut kamera range finder.
Untuk memudahkan mencari ketajaman, dibuat penta prisma di bagian atas kamera.
Penta prisma sendiri adalah lima cermin berbentuk prisma yang berfungsi
merefleksikan kembali mirror ke kaca pembidik. Kamera SLR-35mm adalah
kamera yang banyak digunakan baik untuk pemotretan dalam maupun luar studio.
Pada masa sekarangpun format kamera ini masih digunakan di beberapa kamera
digital
- Kamera
istimewa
Melihat namanya yang memakai istilah istimewa, kamera ini memang memiliki
keistimiwaan cara kerja yang berbeda dengan kamera lainnya. Kamera ini tidak
mengunakan tombol kecepatan dan diafragma. Para fotografer tinggal mengklik
tombol kamera dan foto akan jadi. Kamera ini juga tidak mempunyai fokus karena
sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengatur fokus di berbagai jarak.
Hasilnya adalah gambar yang tajam kecuali pada jarak kurang dari satu meter.
Beberapa contoh dari kamera jenis ini adalah kamera saku, kemera bawah air,
kamera langsung jadi, kamera kedokteran dan sebagainya.
- Kamera
Advance Photo System
Ciri utama dari kamera ini adalah film yang digunakan sama dengan film
kamera 35 mm. Perbedaan yang ada hanya pada ukuran film ynag lebih kecil,
begutu pula dengan bentuk kameranya. Hasil kamera advance photo system(APS)
berbeda dengan hasil foto kamera 35 mm. Jika kamera 35 mm berupa negatif dan
untuk memperoleh hasil positifnya harus dicetak maka hasil foto kamera APS hanya
positof saja. Tetapi hasil foto itu tidak ditaruh dalam bingkai-bingkai kecil
seperti halnya film positif(slide) kamera 35 mm, melainkan digulung kembali
dalam wadahnya. Hasil foto kamera APS ini terbilang sangat bagus karena film
terlindungi dalam kaset. Namun kekurangannya adalah biaya yang harus
dikeluarkan untu kamera dan film relatif mahal.
- Kamera
digital
Kamera ini adalah perkembangan jenis kamera paling mutakhir dan masih
digunakan sebagai ujung tombak dalam hal fotografi. Keutamaan dari kaera ini
adalah adanya memory penyimpanan dalam bentuk digital yang terbuat dari unsur
kimia. Data digital mudah dipindahkan dan bisa memuat banyak foto. Cara kerja
kamera ini ada pada CCD yang menyerap cahaya dari objek yang dibidik. Disini
cahaya diubah menjadi titik-titik yang jumlahnya mencapai rubuan, bahkan
jutaan. Titik itu kemudian membentuk suatu foto. Jika titik yang didapat banyak
dan rapat, maka gambar akan bagus dan padat, begitu juga sebalinya. Kumlah
titik ini ditentukan oleh resolusi kamera.
Jika kita
memperhatikan perubahan jenis kamera dari yang paling sederhana hingga yang
paling modern, maka terdapat perubahan dalam alat teknologi fotografi. Namun
pada dasarnya, prinsip fotografi tetap sama. Perubahan yang tampak sederhana
ini membawa dampak teknis yang besar. Hal ini disebabkan karena fotografer
sebenarnya berpindah teknologi kerja. Akibatnya seluruh pekerjaan pembentukan
gambar fotografi baik teknis maupun artistik juga ikut berubah(Makarios
Soekojo.2007:8).
Terdapat
beberapa keuntungan besar yang diperoleh dengan ditemukannya kamera paling
akhir yaitu kamera digital. Keuntungan-keuntungan itu menurut Soekojo(2007)
adalah sebagai berikut :
- Ukuran
gambar Maksimum
- Kualitas
rekaman maksimal
- Pencahayaan
optimal
- Simpan
rekaman asli
- Perubahan
munimal
Selain penjelasan diatas tentu harga yang terjangkau dan bentuknya yang
makin mudah dibawa serta data yang mudah didistribusikan menjadi keuntungan
tersendiri. Namun beberapa sumber menyatakan bahwa kualitas jenis kamera
digital ini masih kalah dengan kamera dengan jenis sebelumnya, yaitu analog.
Secara
sederhana, citra yang ditangkap oleh lensa kamera digital diolah menjadi gambar
visual oleh sensor elektronis yang mampu menampilkan gambar secara langsung.
Yang dimaksud dengan sensor elektronis adalah sensor yang mampu mengubah cahaya
ynag memasiki kamera menjadi elektron dan kemudian merekamnya berdasarkan
intensitas cahaya yang menerpa lempeng sensor. Sensor ini menentukan berapa
banyak warna yang dapat direkam kamera saku digital 5 mp misalnya mampu merkekam
5 juta element warna yang berbeda(Atok Sugiarto,2006a:1).
Ada bebrapa
sensor yang digunakan dalam kamera digital. Namun pada kenyataannya, hanya ada
dua jenis sensor yang sering digunakan yaitu sensor CCD(charge coupled
device) dan CMOS( Complementary metal oxide semicondictor). Sensor
CCD merupakan keping silikon yang terbentuk dari ribuan(bahkan jutaan) dioda
foto sensitif yang disebut photosite,photo element,atau pixel. Setiap
pixel menangkap satu titik objek, kemudian merangkainya dengan hasil tangkapan
pixel lain hingga menjadi gambar. Sedangkan CMOS adalah sirkuit kecil yang
ditempelkan pada keping silikon. Sirkuit ini bisa mengatasi kekurangan pada
sensor CCD dalam hal ukuran karena lebih kecil. Dari segi teknologi dan harga
pun CMOS bisa memberi harapan yang baik.
Kamera
bersensor CMOS memberi keuntungan-keuntungan yang tidak didapat pada kamera
bersensor CCD. Sensor CMOS bisa digabungkan dengan rangkaiaan lain untuk
keperluan tertentu sehingga harganya bisa ditekan. Bentuk kamera pun
dimungkinkan lebih kecil dan ringan. Kelebihan lainnya adalah sensor CMOS bisa
berubah dari mode pemindaiaan gambar menjadi mode pemindai gambar bergerak. Ini
menjadikan kamera digital bisa sekaligus menjadi sarana untuk merekam video
sekaligus. Sensor CMOS juga mempunyai daya tahan lebih lama daripada sensor CCD
Terlepas dari
segala kelebihannya dibandingkan dengan kamera bersensor CCD, kamera bersensor
CMOS juga memiliki kekurangan. Bahkan secara keseluruhan, kamera bersensor CCD
jauh lebih baik dibandingkan dengan kamera bersensor CMOS. Hal ini dikarenakan
kualitas gambar yang dihasilkan kamera bersensor CCD lebih baik daripada
kualitas gambar yang dihasilkan kamera bersensor CMOS. Noise yang dihasilkan
juga tidak sebanyak kamera bersensor CMOS.
Terlepas dari
perkembangan sensor yang bisa dikatakan sebagai otak kamera masa kini, terdapat
pula komponen-komponen lainnya yang umum terdapat pada kamera. Menurut Audy
Mirza Alwi(2004) ada setidaknya komponen dalam kamera, terutama kamera SLR 35mm
yaitu :
- Tombol
kecepatan
- Tombol
pengatur ASA2
- Tirai kamera
- Kaca
pembidik
- Cermin
pemfokus
- Lensa
- Film
- Flash
Sedangkan komponen tambahan yang biasa disebut
aksesori kamera adalah sebagai berikut :
- Motor
penggerak
- Filter
- Pengganda
lensa
- Pengukur
cahaya
- Tripod
Pada perkembangan lebih lanjut, mengingat tuntutan
kemudahan dan fungdi praktis yang amat dibutuhkan manusia, dikembangkan kamera
yang disatukan dengan teknologi lain. hal seperti ini biasa disebut sebagai
sitem multimedia. Kamera pada masa ini sudah bisa diintegrasikan dengan
perangkat lain yang hampir setiap orang membawanya yaitu handphone.Kamera jenis
ini biasa disebut kamera ponsel. Hal ini tentu sangat memudahkan manusia dalam
melakukan banyak hal seperti menelpon, sms, dan fotografi sekaligus dalam satu
alat yang sama. Ponsel berkamera memberi kesempatan kepada kaum awam untuk
mewujudkan gambar atau foto dari suatu peristiwa, kejadiaan, atau objek secara
lebih luwes(Atok Sugiarto,2007:1)
Sama dengan
kamera konvensional, kamera hanphone juga memiliki komponen-komponen walau
berbeda dengan kamera konvensional. Berikut komponen kamera ponsel menurut Atok
Sugiarto(2007):
- Lensa
- Pembidik(pembidik
optik paralel, pembidik optik through the lens serta pembidik
liquid crystal display)
- Media
penyimpanan
- Sumber
tenaga
- Media
Transfer
- Resolusi
Saat ini, bahkan sudah adak kamera ponsel yang kualitasnya setara dengan
kamera digital konvensional. Pada beberapa ponsel tingkat atas bahkan
resolusinya ada yang diatas kamera digital konvensional. Dalam kamera ponsel
ini juga dimungkinkan melakukan perekaman gambar bergerak atau dalam bentuk
video. Harga dari kamera ponsel juga terjangkau. Bahkan ada beberapa produsen
ponsel yang menyediakan ponsel low end dengan fasilitas kamera dalam
kisaran harga dibawah satu jutaan(J.Com, 2008:9).
Dengan semakin
mudahnya kita bisa mencetak gambar dengan jenis-jenis kamera digital yang bisa
dimiliki oleh orang banyak ini maka juga dibutuhkan aplikasi lainnya dalam
pengolahan foto. Hal ini dikarenakan terkadang hasil foto kurang memuaskan dari
banyak segi seperti pencahayaan, filter dan sebagainya. Dengan foto yang dalam
format digital, maka memungkinkan kita untuk menggunakan aplikasi di komputer
dan mengeditnya. Tercatat telah banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk
memanipulasi hasil foto. Dari yang legendaris seperti ACD See hingga Photoshop
seri terbaru. Berikut daftar aplikasi yang bisa digunakan dalam hal mengedit
foto menurut Ian Chandra K.(2007):
- ACD see Pro
8
- Microsoft
Digital Image Suite 2005
- Corel Photo
Paint X-3
- Adobe
Photoshop CS23
- Pinnacle
Studio 10.5
- Roxio Easy
Media Creator 8
- Recovery My
Files v3.8
Dengan adanya perkembangan teknologi baik di kamera, aksesori, ataupun
aplikasi, hasil foto yang didapat bisa lebih menarik dilihat. Kemudahan ini
juga membuat para fotografer bisa lebih bebas dalam mengekspresikan jiwa mereka
terhadap suatu peristiwa yang didapat.
1 Hal ini dapat dipahami karena pada
saat itu rivalitas antara kerajaan Inggris dan Prancis sedang panas-panasnya.
Sehingga pengakuan tentang siapa yang berhasil mengembangkan camera obscura dianggap
akan mengangkat harga diri bangsa mereka masing-masing.
2 Pada kamera masa sekarang lebih
banyak menggunakan standar ISO. ISO sendiri adalah standart yang digunakan oleh
lembaga standart internasional dalam banyak bidang, termasuk film fotografi.
Lembaga ini didirikan pada tahu 1947.
3 Sekarang telah berkembang hingga
Adobe Photoshop CS5. Dengan perkembangan ini maka aplikasi ini lebih luwes dan
lengkap dalam hal mengolah foto.


♥♦♣♠ PELANGI QQ ♠♣♦♥
BalasHapusMari Bergabung bersama kami di Pelangi Q Q (,) me
Situs Impian Para pecinta dan peminat Taruhan Online!!
Segera Daftarkan diri Anda di PelangiQQ dan dapatkan Bonus yang sudah tersedia. Agen Poker Online Terpercaya dan Terbesar di Indonesia yang menggunakan Uang Asli.
MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW Rp 25.000
PelangiQQ Menyediakan 8 Permainan yang bisa di mainkan hanya dengan 1 User ID,yaitu:
* Bandar66 (NEW GAME)
* SAKONG
* Poker
* Domino99
* Capsa susun
* AduQ
* BandarQ
* Bandar Poker
Keunggulan PELANGI Q Q :
- PROSES DEPO & WD MUDAH TANPA RIBET
- PROSES DEPO & WD TERCEPAT
- KARTU-KARTU BERKUALITAS DISAJIKAN
- CS RAMAH & INSPIRATIF SIAP MEMBANTU 24JAM
- TIPS & TRIK MENJADI KEUNGGULAN SITUS INI
- DAN TENTUNYA DEPOSIT YG TERJANGKAU BOS!!(MINIMAL DEPO & WD 25RB)
Nikmati juga HOT PROMO bersama kami:
* BONUS TURNOVER 0.3% (DIBAGIKAN SETIAP 5 Hari 1x)
* BONUS REFERRAL 15% (SEUMUR HIDUP)
Tunggu apalagi bos!! langsung daftarkan diri anda di PELANGI Q Q
Bagaimana cara mendaftar? SIMPEL bos!!
cukup kunjungi kami PELANGI Q Q
klik daftar dan daftarkan diri anda
atau bisa juga hubungi kami melalui LiveChat dan BBM yang akan melayani Anda 24 jam nonstop.
- SKYPE : PELANGIQQ
- LINE : PELANGIQQ
- FACEBOOK : PokerPelangiReborn
- PIN BB : E37271BF
- WhatssApp : 6281231804952
Salam Sukses & Hoki
PELANGIQQ